Tak terasa 6 bulan sudah berlalu, perasaan nervous pelan-pelan sudah mulai menyusup di hati menyambut kedatangan si buah hati. Normal or Cesar ?!…. pertanyaan itu sudah bermain-main di benak. Tapi tetep ah, insyaallah aku tetap berdoa untuk perjalanan yang normal-normal saja, namun tidak ingin juga terlalu saklek, karena apapun bisa terjadi nanti, dan aku hanya pasrah kepada Allah SWT, karena DIA lah yang maha mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Amin….
Di trimester terakhir ini, biarpun sudah rada-rada nervous tapi aku tetap merasa enjoy. Menikmati tendangan & gerakan baby ku yang semakin hari semakin ‘ajaib’, karena aku bisa merasakan ketika dia senang diajak bermain ‘klitik-klitikan’, diajak ngobrol, menyanyi dan berdoa. Atau ketika dia gelisah dan aku usap-usap sambil di sayang-sayang supaya babyku lebih tenang hingga tertidur.
Aku merasa, baby ku semakin pintar berinteraksi
Yang namanya ibu hamil, mau berapapun umur kandungannya masih tetap saja suka mengalami gangguan. Kadang bisa jadi bahaya, ataupun cuma sebatas menyebabkan rasa tidak nyaman bagi sang ibu, di trimester terakhir ini aku pun sempat mengalaminya. Apa saja itu, monggo disimak, siapa tahu bisa jadi bahan sharing
MABOK LAGiii….
Memasuki awal trimester terakhir aku sempat merasakan mual-mual lagi yang sempat menyiksa. Tapi lucunya, perasaan ngidam, gejolak untuk memakan makanan tertentu terasa semakin besar, dan kalau ngga keturutan kayanya sediihh or sebbheelll banget…. hiks hiks.
FLEK
Pernah suatu hari, ketika aku sedang bekerja, project mengadakan meeting selama setengah jam dilakukan dengan berdiri. Tak sampai setengah jam, tiba-tiba aku merasa sakit, perih di sekitar saluran rahim. Karena cuma ada meja, dengan terpaksa aku duduk di atasnya, dan karena kekerasan dan kekakuannya itu, bukannya merasa baikan malah aku merasa semakin sakit. Ketika meeting usai, aku pergi ke toilet. Terkejut dan takut, ketika aku menemukan ada bercak kemerahan pada underwear ku. Seketika aku menangis karena panik dan kesakitan. Rasanya ampun deh sakit banget… aku bawa duduk salah, tiduran salah… sampai-sampai aku berpikir, jangan-jangan aku mau melahirkan, aduh semakin panik lagi karena kandunganku waktu itu masih berumur 7 bulan.
Teman-teman yang sudah berpengalaman dengan masalah ini dan juga ibuku mencoba menenangkanku dan menyuruhku tiduran dengan diangkat kaki, lumayan sii… tapi abis itu tetep aja sakit terus. Akhirnya aku memutuskan bedrest sendiri 1 hari, karena jadwal dokterku baru ada lusa nya. Dan selama masa penantian itu, memang sudah tidak timbul lagi flek kemerahan, tapi aku masih tetap merasakan nyeri sekali.
Ketika tiba hari periksa ke dokter, dokterku bilang telah terjadi infeksi saluran rahim, dan memang terjadi pendarahan disekitarnya, merah, seperti darah haid. Beliau memberiku antibiotik yang harus habis dalam waktu seminggu. Dan Alhamdulillah pas cek up di minggu berikutnya aku sudah merasa sembuh dan tidak merasakan nyeri-nyeri lagi. Sepertinya, kalau fleknya berwarna kecoklatan dan biasanya tanpa rasa sakit atau nyeri di sekitar rahim atau saluran rahim, bisa jadi hal itu disebabkan karena kecape’an, dan bisa cukup dihilangkan dengan bedrest selama minimal satu hari tanpa harus konsultasi ke dokter, namun, ketika flek itu berwarna kemerahan atau malah keluar darah (bleeding)… nahhh ini yang harus diwaspadai dan wajib diperiksakan ke dokter, karena itu bisa jadi tanda awal keguguran atau barangkali ada yang terluka dan terinfeksi. Well, ini si berdasarkan analisa ku aja secara empiris dari pengalaman bumil-bumil. Betul tidak ya ?…
KEPUTIHAN
Pas ngeliat ada bercak putih yang jumlah dan teksturnya tidak wajar aku sempat stress. Ya Tuhan apalagi ini… apakah ini normal-normal saja dialami Ibu hamil menjelang hari-H. Dan tambah stress lagi ketika keesokan bercak itu berwarna kehijauan, sungguh suatu pemandangan yang menegangkan buatku. Begitu aku konsultasikan ke dokter, beliau menyarankan aku untuk mengetes lab sample keputihanku, untuk mengetahui apakah itu jamur atau bakteri. Dan bu dokter memberiku obat, yang harus dimasukan melalui vagina…. (iiihhhggghhh). Tapi baru 2 kali aku pakai, syukurlah keputihan tersebut hilang, dan berdasarkan hasil Lab, memang ada jamur dalam jumlah sedikit, tapi kalau sudah bersih tak perlu dikhawatirkan lagi. Begitu kata bu dokter.
Selain berobat, aku juga coba cari wangsit ke mbah google. Ternyata memang bukan aku saja yang pernah mengalami hal itu, keputihan yang berwarna kehijauan, banyak ibu hamil yang pernah mengalaminya, khususnya di trimester terakhir menjelang melahirkan. Bagi sebagian, mungkin menganggapnya biasa dan meng ignore gangguan tersebut. tapi sebagian lagi merasa khawatir dan memilih untuk mengkonsultasikan ke dokter, dan aku termasuk golongan kedua ini. Ternyata benar saja, masalah keputihan menjelang kelahiran memang tidak bisa lalaikan begitu saja. Ketika keputihan itu terasa tidak wajar dan berlebihan baik dari segi warna, jumlah maupun tekstur, maka sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Karena jika tidak, bisa saja keputihan tersebut berasal dari bakteri, jamur ataupun virus, yang dapat menghalangi bahkan membahayakan sang janin apabila janin tersebut ataupun jalan kelahirannya terinfeksi.
BENGKAK
Perut membengkak… ya iyaa laa, ibu hamil… :p. Badan membengkak… juga masih wajar, karena si Ibu mamam teyuss. Tapi ini, kaki bengkak kaya di antup semut bako’ (semut hitam besar), rasanya kemeng seperti ada beban berat menggelayut ketika kaki melangkah. Penyebabnya karena rahim yang membesar hingga menekan pembuluh darah atau karena pertambahan berat bada Ibu yang mempengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan. Dokterku menyarankan untuk mengurangi makan garam dan banyak mengkonsumsi putih telur paling tidak 3 butir sehari. Apabila Ibu bekerja di kantor yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk di depan komputer, sesekali beranjak dan jalan-jalan selama beberapa menit, atau siapkan footrest dengan posisi duduk selonjoran supaya aliran air/darah lancar.
Hmmm… apalagi ya… . so far itu saja yang aku alami dan cukup mengganggu, mudah-mudahan disisa hari-hari kedepan hingga hari-H, bisa sehat wal afiat tidak mengalami gangguan lain lagi, dan bisa tetep lancar melahirkan. Amiin ya rabbal alamin